Payaaaaahhhh~
huhuhu...
tak sengaja diriku mendelete blogs tentang Nikko...
tapi knapa ktika mau create yang baru fs bilang accountku kepenuhan (looohh???!!!)
hhhhaaaaaah.,...friendster payah nih ;(
huhuhu...
tak sengaja diriku mendelete blogs tentang Nikko...
tapi knapa ktika mau create yang baru fs bilang accountku kepenuhan (looohh???!!!)
hhhhaaaaaah.,...friendster payah nih ;(
It`s holiday now, and i really miss my last semester class.. (TT;) hiksu!
The picture on the left is my Kanji class...
and Tajima Sensei is in the middle, wearing a black suit...
.....what an experience having John in my class (^^;) oh my, that Italian hatsuon! subarashiiiiiiii...hahahaha.. Tajima Sensei, arigatou gozaimashita!
Jitsu ha bunpou yori kanji ga suki desu yo~~~hontou da yo... pissssss..hihi
My Tuesday class...with Shiraishi sensei, (^^;) daisukiiii, Shiraishi Sensei.. nankai mo Barito
he itta koto ga aru node, iroiro shaberaremashite, Kizarasu ni sunde imasukara, Sensei ni `Okada Kun kakkoi yo!` to iwarete kurete, tanoshikataaaaaaaaaa~~~
Sensei, iroiro osewa ni natte arigatou gozaimashita.....>> Shiraishi Sensei is sitting in the middle ;)
Ehem...this is our Friday teacher, Yokoyama Sensei...>> standing just next to me.. Yasashikute keredomo..chotto kibishii (chotto dake...chotto...chotto!) hoho... But i did learn a lot every friday, especially when we all made our own haiku (^0^)~~/
Iyoiyo... my Wednesday and Thursday lecturer....Houlda Sensei! A very..very...warm sensei, with lots of interseting stories of Japanese behaviour.. Well, kadang 2 nih sensei suka kelewatan cerita mpe 40 menitan, n kita sama sekali nggak bahas buku.. hahaha! Shoganai ne...sensei yasashii kara~
....miss having these classes....
....miss seeing Laz with his sleepy face sitting beside me...*halah*
....miss having those moments where jose or javier being funny when they lost in the middle of reading... hahahahaah! "ima doko? watashi dare?" d`ouch!
....raigakki, gambarimasu!
Sayaka! ~kadang2 lucu juga bisa dipanggil `Say`..hehe~
Ini dia tutorku yang maniissss dan pintar masak (^o^)/ hihi. Lahir di Jakarta, makanya obssesed pengen jadi exchange student ke Univ Indo.. Apalagi sejak bertemu gw, Lufi n Nungki (Ge-Er mode on). So she took the test.. en...LULUS AJA GITU!!! Huwaaa...seneeeeng banget, nanti kita di Jakarta n Bali maen bareng yaaah ;) Yang jelas musti gw ajak ke museum-museum.. ;p
Huhu..Say, kapan nih, ujiannya beres? Owattara, ippai asobou!
Yayyyy! Finally berakhirlah semua (^^)/ Iroiro benkyou ni natte, tanoshikataaaa~terutama pas kelas terakhir International Standardization .. Ikeda Sensei yasashii kara..jadi rada sedih! Sniff2.. Padahal kelas kita kecil, cuma gw, Sari, Laz n Han Li. Makasih banyak, Ikeda Sensei! Maap kalo kadang2 kita suka ngantuk pas ngomongin proposal IEC yang baru or sekedar ngomongin P-Member ;p ps. IKEDA HIROAKI: penerima IEC Lord Kelvin Award 1999!
TRusss..kelas International History of Modern Japan..by Gotoh Sensei. Rada susah sih, karena pelajarannya in English, cukup detail, ada tes tertulis (esai pula!), n nulis report tentang Edo Tokyo Museum. Tapi secara pelajarannya menarik ~apalagi kalo ga pake sistem kebut semalam n curhat plus gosip pas belajar bareng..~ jadi shoganaiiii~
Serunya pas ke Edo Tokyo ma Boom n Laz ;D Walaupun ini kedua kalinya, tetep aja yang terkesima pas masuk ke dalem..Kereen! Hari itu banyak anak2 SD SMP lagi tour, jadi rada crowded.. Laz seperti biasa dengan muka malas (hihi), pake kacamata item ala mafia Itali, ngedumel2 pas gw n Boom belanja suvenir.. Gomen ne Laz ;D hihi..
Salah satu kelas yang nggak akan terlupa yaitu kelas Architectural Design ;) Selain jalan bareng ke Sakura Machi, kita pernah diundang oleh Yanagisawa Sensei buat main sama anak2 pramuka Jepang, n home party di rumahnya~yang lanjut jadi maen bola bareng dimana gw cukup jadi spectator..hehe~ Trus..no exam for this class! Kita cuma harus happyou alias presentasi tentang rumah idaman kita di masa depan. Kocak deh, hari itu! Si Dave paling gila, rumahnya pake helicopter segala, fitness center sendiri..dasar cowok! Hahaha.. Pas giliran mahasiswa Jepang yang Happyou, bow, kita jiper semua..gambarnya keren2!
Dasar emang mahasiswa arsitek kali yah.. Oyah, April besok gw diundang camp bareng anak2 pramuka lagi oleh Yanagisawa Sensei..Tanoshimi~
And today.. is the last day for Shodou Class aka Japanese Calligraphy. Sedih, semester depan ga ada lagi, padahal kepengen banget ngambil lagi.. Anak2nya seru2, n Fukushima Sensei juga lucu bangettt (quote dia yang terkenal..chotto, chotto chotto!) Sang sensei ini juga hobi dengerin Ken Hirai n Kimutaku..Trendi dah! Iroiro osewa ni natte, arigatou gozaimashita.. II omoide narimashita yo~
ps. bow, paper buat Psychology class belum bereesssss.... Kyaaa~ (baru tersadar gw!) habis sang dosen Paul Boswell suka bolos ;p hehehehe.... Yosh, ganbarimasu!
~setelah sebulanan setengah jadi maba di Chibadai...~
Ternyata...it`s been a long time since my last posting..namakemono da! ~dasar pemalassss!
Ternyata jogging pagi-pagi di bulan November di jepang itu..bisa bikin tangan dan kaki kram.
Ternyata banyak cowok Jepang yang demen banget ngaca~di mana2, pake jepit rambut lucu, en ngeritinng bulu mata... Tapi mereka tetep cowooo... Oh plisssss!
Ternyata ga boleh pake blitz di kereta ~ya iya lah miiiiii~
Ternyata Kombini a.k.a Convinient Store itu bisa dipake buat ngapain aja, alias benriiiii...blanja, fotokopi, bayar rekening listrik, air, hape, asuransi, mpe tiket konser...! I LOOOOOVVEEEEE KOMBINIII.. Hehehe
Ternyata tersesat di Akihabara di hari yang hujan plus pake boots berhak bisa bikin kaki nyut2 semaleman.. ;(
Ternyata temannya temanku di sini temenan (bingung kan? hihi) sama Yamapi alias Yamashita Tomohisa di Meiji University..mauuuuuuu...dikenaliiinnnnn..!!
Ternyata tutorku artis alias jadi figuran di drama Nodame.. Hwaaa lucunyaaa ;D
Ternyata orang Jepang doyan banget makan buah kesemek alias kaki..
Ternyata..apa lagi yak??
Nanti deh dsambung lagi..memang tidak penting diriku ini...(^^)v
I once had a girl, or should I say, she once had me…
She showed me her room, isn't it good, Norwegian wood?”
(Norwegian Wood, The Beatles)
Toru Watanabe tersentak begitu mendengar lagu tersebut, di atas sebuah pesawat yang akan membawanya ke Jerman. Ia kemudian teringat akan Naoko, cinta pertamanya, yang juga kekasih mendiang sahabat karibnya, Kizuki. Toru lalu terlempar ke masa-masa kuliah di Tokyo 20 tahun yang lalu, di mana ia terhanyut dalam dunia pertemanan yang serba pelik, seks bebas, nafsu, dan rasa hampa—hingga ke masa munculnya seorang gadis Midori. Saat itulah Toru harus memilih antara masa depan dan masa silam...
“She asked me to stay and she told me to sit anywhere,
So I looked around and I noticed there wasn't a chair.”
Toru, sang protagonis, bukanlah sosok mengesankan, gagah, maupun pintar. Sebaliknya, ia adalah gambaran anak muda yang biasa-biasa saja, yang tinggal di sebuah asrama universitas di Tokyo pada setting tahun 1960-an. Suatu hari, tanpa sengaja, Toru berjumpa dengan teman masa kecilnya di Kobe –sekaligus cinta pertamanya—Naoko, di sebuah kereta. Naoko, sejatinya adalah kekasih dari Kizuki, sahabat karib Toru. Namun, saat masih duduk di bangku sekolah, Kizuki bunuh diri karena motif yang masih menjadi misteri. Perlahan, Toru dan Naoko kemudian sering menghabiskan waktu berdua, dan hubungan mereka menjadi dekat.
Sayangnya, Naoko masih dibelenggu oleh ingatan dan memorinya pada Kizuki. Tak peduli dengan segala usaha dan dukungan Toru, Naoko merasa stres dan perlahan mengalami tekanan mental. Toru pun ditinggal sendiri sementara Naoko menghilang untuk perawatan. Pada saat-saat sendiri tersebut, muncullah seorang gadis baru dalam kehidupannya: Midori.
Pada titik ini, cerita kemudian seakan berkembang menjadi cinta segi tiga. Namun, sebenarnya lebih dari itu, Murakami kemudian berhasil menunjukkan bahwa hidup tak selamanya berjalan seperti yang kita harapkan, dan terkadang ada tindakan-tindakan yang tidak bisa kita definisikan salah-benarnya, dan yang harus kita lakukan hanyalah terus maju sembari berharap bahwa di sepanjang jalan itu kita tidak akan meyakiti orang lain.
“I sat on a rug, biding my time, drinking her wine.
We talked until two and then she said, "It's time for bed"
Toru sendiri adalah sesosok pribadi yang sedang bingung. Dia menghadapi dilema: apakah lebih baik menunggu Naoko sembuh, atau mengabdikan hati sepenuhnya pada Midori. Toru pun kemudian memutuskan untuk menemui Naoko di pusat rehabilitasi, dan berkenalan dengan Reiko; sahabat sekaligus ‘ibu’ dari Naoko. Di sanalah, Toru kemudian menemukan jawaban atas sakitnya mental Naoko yang selama ini tak ia ketahui.
Norwegian Wood dipenuhi oleh karakter-karakter unik (atau ganjil?) yang selama ini mungkin dianggap elusif atau sukar dipahami, namun sejatinya mereka bisa saja eksis di sekitar kita. Naoko, walau manis, adalah seorang karakter dengan gangguan psikologis akibat bunuh dirinya sang pacar. Sementara, Reiko, teman Naoko adalah mantan pemain piano handal yang depresi karena dilecehkan secara seksual oleh murid lesnya, seorang gadis lesbian. Mungkin hanya Midori yang memiliki hidup “lurus-lurus saja” walaupun berpenampilan nyentrik ala remaja Barat.
“She told me she worked in the morning and started to laugh.
I told her I didn't and crawled off to sleep in the bath”
Salah satu bagian yang jenius dari penggambaran Murakami tentang pikiran manusia adalah ketika Toru mengunjungi Naoko di sebuah pusat rehabilitasi. Fakta bahwa susah untuk membedakan yang mana dokter, dan yang mana pasien menunjukkan bahwa semua manusia memiliki sifat-sifat ganjil yang membuat kita terkadang tampak abnormal. Seperti yang selalu ditekankan oleh Reiko pada Toru: “Kita semua adalah manusia yang tidak sempurna, dan tinggal di dunia yang tidak sempurna.”
Yang mengejutkan dalam novel ini adalah gambaran ‘telanjang’ mengenai perilaku seks bebas remaja Jepang pada setting 1960an. Perilaku one night stand, masturbasi hingga kecenderungan lesbian digambarkan sebagai sesuatu yang terkesan wajar. Bahkan, ajakan untuk melakukan hubungan intim terdengar santai sehingga seks kemudian menjadi sekedar ajang silahturahmi. Misalnya adegan ketika Toru melakukannya dengan Reiko, yang 19 tahun lebih tua daripadanya:
“Hei Watanabe, ayo kita melakukan itu,” begitu selesai memainkan lagu itu Reiko-san berkata pelan.
“Lucu ya,” kataku. “Aku pun berpikiran sama.” (hal 544)
Toru yang digambarkan sebagai “just an ordinary guy” kemudian belajar untuk memahami dirinya sendiri, yang kemudian menuntunnya untuk memilih cinta yang tepat. Walaupun akhirnya, kebimbangan hatinya kemudian membuatnya ditinggal oleh semua orang-orang yang dicintainya, persis lirik Norwegian Wood:
“And when I awoke, I was alone, this bird had flown.
So I lit a fire, isn't it good, Norwegian wood.”
Fiuh.. Nice novel ;)
Catatan:
*Ketika pertama kali diterbitkan di Tokyo pada 1987, novel Norwegian Wood terjual sebanyak 4 juta kopi, dan membawa sang pengarang, Haruki Murakami menjadi salah satu pengarang yang disegani di Jepang. Murakami, sebelumnya pernah memenangkan penghargaan Gunzo Prize pada 1979 untuk novel Kaze no Uta o Kike (Hear the Wind Sing). Dan seperti novel-novel Jepang lainnya, Norwegian Wood layaknya autobiografi seseorang dengan menggunakan narasi “aku”.
*Novel ini juga dilatari pemberontakan mahasiswa, pergaulan bebas anak muda Tokyo, dan lagu-lagu pop 1960-an yang dinyanyikan oleh The Beatles, Bob Dylan, Simon and Garfunkel, serta para pemusik sezamannya. Lagu-lagu itu, terutama "Norwegian Wood" karya The Beatles yang dijadikan judul novel ini, bukan hanya sekadar tempelan tanpa makna, melainkan menjiwai kisah hidup para tokoh novel ini. Seperti perkataan Reiko tentang The Beatles, "Orang-orang ini memang tahu betul kepedihan dan kelembutan hidup ya." (hlm 542).
*Di Jepang novel ini mendapat sambutan luas para kritisi dan kemudian diterjemahkan ke dalam belasan bahasa, tetapi sekaligus menjadi sasaran kritik pedas kaum puritan karena dianggap terlalu gamblang menceritakan pemberontakan kaum muda. Anak-anak muda menyukai novel-novelnya karena menyuarakan apa yang mereka alami dan rasakan, tetapi generasi tua mengkritiknya karena dianggap terlalu kebarat-baratan. Akibatnya, Murakami dan istrinya sempat memutuskan hijrah ke Eropa dan Amerika selama beberapa tahun (Yuniarti, Mita. Menelusuri Norwegian Wood, antara Maut dan Cinta. Media Indonesia, 9 Oktober 2005)
Just a little story about my little “beckoning cat” (^^). I bought Maki chan in Kyoto almost three years ago. Dan inilah sedikit informasi dari keberadaan boneka kucing ini: jreng2x!
Mina san… happy come on! (berasa komik Little New York..hehehe)
Di Jepang—dan negara lain yang memiliki kepercayaan akan jimat dan talisman, Maneki neko dipercaya sebagai pembawa keberuntungan yang paling utama. Kucing ini dinamakan begitu karena ia duduk dengan sebuah kaki yang diangkat, persis seperti gerakan memberi isyarat dalam tradisi Jepang. Gerakan ini kemudian dipercaya sebagai pengundang bagi pengunjung/pembeli, sehingga menghasilkan kemakmuran dan nasib baik. Hmmmmm... ;)
Selain itu, warna juga mempengaruhi jenis keberuntungan yang dibawa oleh sang kucing ini. Kucing jantan dengan tiga warna termasuk langka, sehingga dianggap sebagai keberuntungan, terutama oleh para pelaut. Putih, warna kedua yang paling populer, melambangkan kesucian. Sementara, kucing yang berwarna hitam atau merah menjauhkan pemiliknya dari bahaya atau setan. Nah... kalau maneki neko hitam sangat populer di kalangan wanita sebagai pelindung dari stalker!
Dan terakhir—walau tidak terlalu tradisional—warna pink akan mendatangkan cinta! Mungkin kayak...Hello Kitty? (^^;)
Ps. Go awayyy..devil! I’ve got maki chan by my side!
Aku bangun hari ini..
Ingat kalo MPK kualitatif belum dianalisa hasil transkripnya...
Ingat kalo belum bisa menghubungi narasumber untuk Praktikum Media Cetak..
Ingat kalo baru punya dua teori untuk kelas seminar..
Ingat kalo bahan untuk ujian analisa Indepth Report belum tersentuh...
Ingat kalo praktikum radio juga belum direkammmmmm!
Ingat kalo shukudai di les jepang minggu ini banyak dan ada sakubun-nya segala..
D’ouch!
Ayo Ami jangan ngeluh mulu!
~kapan uas ini berakhir??????~
Nee..seeraamun ga suki?
Sate..dare ga ichiban suki desu ka?
Watashi wa Ai, Hotaru, to Setsuna ga suki!
Minna kirei da to omoimasu yo..
Sailor Venus a.k.a Sailor V
Ai no imi..Ai artinya..: Love..
Ai chan! Cewek paling ceria di antara semua sailors... She’s the leader of Jupiter, Mars, and Mercury to protect Usagi Tsukino as the reincarnation of Princess Serenity.. Huhuhu..Ai keren bangett..Apalagi kostum dan lambangnya warna orange (orenji ga suki dakara!)..hehehe.. Kayaknya Artemis pun memiliki perasaan sama Ai chan.. Platonic Love! Tapi sayang Ai chan agak slebor juga n pernah mengalami rasa kurang percaya diri (ada yang pernah baca sisipan ‘Persaingan Antara Rei dan Ai”? Nahhh!)
Tapi Ai tetap jadi favoritkuwww (^^)v
Sailor Saturn
Hotaru no imi..Hotaru artinya...: Fireflies..
Anak dari dr. Tomoe..si jenius sinting. Hotaru chan sejak awal langsung menarik perhatian dengan kemisteriusan dan kecerdasannya. Kadang dia kelihatan fragile, kadang juga dia kelihatan so strooong..(just look her in the eye!) Sayang jadi bahan percobaan dari ayahnya sendiri.. But that was because he loves her so much.. Huhuhu..jadi sediih.. Hotaru’s Tarisman is the coolest Tarisman among other’s! Walaupun masa kecilnya menderita, she’s truly a fighter for me!
Sailor Pluto
Setsuna no imi..Setsuna artinya..: time, faithful (dari kata setsu)
Nahhh! This is what i called a woman.. (^^) Setsuna san adalah sailor yang paling dewasa (melebihi Makoto Kino dan Michiru Kaio)! She looks so georgeus in her costum, holding that key of future.. So dark. So mysterious. Dengan setia menjaga pintu masa depan, tapi meninggalkannya hanya untuk melindungi Chibiusa. Setsuna juga keibuan..terutama waktu ngasuh Hotaru yang sempat berubah menjadi bayi lagi.. Belum lagi pekerjaannya sebagai peneliti. Sugoiii.. Kodomo kara, sono kanojo ni naritain desu yo.
To: Naoko sama, sono omoshiroina kyarakutaa..arigatou! (^v^)
~sekedar unek-unek...~
Infotainment mungkin adalah sebuah gambaran betapa plin-plannya bangsa kita.. Oh..mungkin lebih tepat, betapa munafiknya bangsa kita ini.. Mari kita tengok bersama kasus yang tengah menjadi tema bersama infotainment: Mayang Sari.
Dahulu, ketika Mayang Sari ketahuan hamil dan bersuamikan Bambang Trihatmodjo, infotainment ramai-ramai memberi semangat dan selamat. Masih ingat kalimat berikut ini? “Selamat untuk Ibu Mayang dan Bapak Mayang (karena takut/enggan menyebut nama Bambang), semoga bayi cantik yang lahir dari rahim Mayang menjadi perekat tali perkawinan bla..bla..bla..” Atau. “Lahirnya bayi ini kemudian menjadikan Mayang sempurna sebagai seorang wanita. Memiliki bayi yang cantik, dan seorang suami yang ganteng pula..bla..bla..bla..”
Oke. Sekarang?
Sekarang, ketika insiden perusakan rumah Mayang terjadi, infotainment kemudian buru-buru menyudutkan Mayang dengan berbagai komentar, seperti: “Lalu, tak malukah Mayang menjadi istri kedua dari Bambang...” atau ini, “Tak heran Siti Halimah merasa marah atas keberadaan Mayang..”, dan sebagainya. Hhhhhh.. Munafik sekali.
Apapun kemunafikan itu, infotainment adalah sebuah serangan terhadap elemen jurnalisme. Belakangan, banyak infotainment yang menambahkan embel-embel “investigasi” pada akhir judulnya. Ini kemudian seakan menjustifikasi keberadaan infotainment sebagai penghuni ladang jurnalistik. Karena, investigasi sebenarnya adalah sebuah bagian milik jurnalistik. Sebuah hak milik. Tak bisa di-asal-comot begitu saja seperti membeli pisang goreng.
Investigasi, adalah sebuah penyelidikan atau penelusuran tentang tindakan kejahatan atau misteri yang belum terungkap atau terbongkar. Kejahatan yang dilacak oleh laporan investigasi adalah kejahatan besar yang memang memerlukan penyidikan, pengejaran, maupun penerobosan. Oleh karena itu, mikrofon dan kamera tersembunyi, serta penyamaran menjadi identik dengan kata investigasi.
Kenapa perlu penyelidikan? Karena laporan investigasi adalah sebuah bentuk dedikasi jurnalisme terhadap publik. Investigasi adalah pelayanan publik atau public service. Masyarakat berhak tahu ada apa di balik sesuatu.
Nah, “sesuatu” itulah yang kemudian digeser-geser tempatnya oleh infotainment. Isi tayangan investigatif versi mereka bukanlah hal yang penting bagi hajat hidup orang banyak. Alih-alih sarat informasi, infotainment investigasi tetap berkubang di seputar wilayah perceraian artis, isu pernikahan rahasia artis, bla bla bla..
Saya jadi geli melihat wajah para presenter yang terlihat pede dan bangga membuka acara “investigatif” mereka dengan dagu diangkat dan mimik serius. Plus, bahasa yang berbunga-bunga bak puisi yang jauh dari syarat jurnalistik yang ringkas, tepat dan jelas.
Mereka tidak tahu kalau acara yang mereka bawakan telah mencemari nilai jurnalistik Indonesia. Hey, bukankah infotainment sudah resmi masuk PWI?
HMIK UI, kapan nih kita bergerak?
~ironically, i made an infotainment program for my Praktikum TV class.. Sorry God..~
| Sun | Mon | Tue | Wed | Thu | Fri | Sat |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | ||
| 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 |
| 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 |
| 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 |
| 27 | 28 | 29 | 30 | 31 |
Recent Comments